Jalur Bowongso
Wonosobo memang selalu menarik untuk di bicarakan. Selain sebagai salah satu kota penghasil tembakau terkenal di pulau Jawa, kota ini juga merupakan kota tempat dua gunung termahsyur di jawa tengah. Sumbing dan Sindoro. serta Dieng tentu saja.
Mendaki gunung Sumbing, merupakan sebuah pengalan yang menakjubkan.
Baru-baru ini, sebuah jalur baru pendakian di resmikan di gunung berketinggian 3371mdpl tersebut. Jalur Bowongso. masih di kabupaten Wonosobo juga. Namun kita akan menempuh jalur berbeda dari pendakian via dusun Garung yang memang lazim dilakukan pendaki.
” Jalur ini relatif lebih cepat sampai ke puncak. hanya memakan sekitar 6 jam, dengan medan yang relatif lebih mudah dan landai. Berkontur lebih berbatu dan tidak licin. Hutan nya pun masih terjaga cukup baik. Berbeda dengan jalur Garung,” demikian tutur Paul salah seorang panitia dalam acara SML atau Sumbing Mount Launch, yang merupakan pendakian masal peresmian jalur baru Bowongso. SML sendiri di ikuti oleh lebih dari 250 peserta.
Di jalur ini, terbagi dalam empat pos pendakian. Masing-masing pos berjarak antara 1 sampai 3 jam. Sayangnya, saya tidak dapat mengkonfirmasi masalah ketersediaan sumber air di lintasan pendakian.
Pendakian jalur Bowongso mengambil rute transportasi sebagai berikut. Dari terminal Wonosobo kita akan naik angkutan tiga perempat menuju pasar Kertek. Dari sini, kita akan diantar oleh colt yang memang disediakan oleh para pemuda disana yang siap mengantar kita ke desa Bowongso tempat base camp pendakian terletak.
Dari dusun ini petualangan akan bermula.

1. topxpoloz4 | 21 Januari 2009 at 7:31 AM
salam kenal….. mkc atas komentar u ke blok q.
kapan2 u naik donk ke sana, asyik banget. q dulu pernah wk2 sma.